Penghujung Tahun 2021

Nggak terasa ya, 2021 sudah mau selesai. Sedikit kilas balik, aku baru sadar kalau terakhir menulis di blog tanggal 6 Maret 2020. Wow, dan sekarang bulan Desember 2021, setahun lebih lho nggak pernah nulis. Apa nggak ada yang menarik selama tahun 2021 ? Nggak gitu juga sih, banyak momen-momen yang dilewati selama 2021. Jadi kenapa jarang nulis…kembali ke alasan klasih, nggak ada waktu !

Menulis memang membutuhkan niat yang tinggi, disamping ada sesuatu yang menarik, yang bisa membangkitkan semangat untuk menulis itu sendiri, hal yang penting banget. Seperti tulisan terakhir di blog ini, butuh momentum yang tepat untuk mulai menulis. Kalau timingnya nggak pas, susah deh untuk ngetik2 tuh..

Kali ini aku nggak akan ngebahas motivasi untuk nulis, sudah sering kayaknya topik ini aku tulis di sini. Aku cuman mau rekap aja, hal-hal yang mungkin terlewat di 2021. Mumpung masih 2021, paling nggak ada satu atau dua tulisan yang aku tinggalin jejak di sini. Ok, kita mulai…

Mencari momentum untuk menyelesaikan kerjaan

Pernahkah kalian mengalami keadaan di mana sangat sulit untuk memulai mengerjakan sesuatu, entah itu pekerjaan kantor ataupun sekedar bersih-bersih rumah ? Aku sering sekali ngalamin kondisi kayak gitu pada waktu ingin memulai pekerjaan kantor. Ketika sudah mulai mau mengetik, tetiba rasanya males banget dan nggak mood, pengennya ngerjain hal lain kayak browsing atau main game. Aku sering bilang momentumnya belum dapet.

Momentum ini maksudnya, kayak niat untuk ngerjain gitu. Tapi sekalinya momentum ini sudah ada, jangan tanya deh, kerja itu bakalan gak kerasa, maunya kayak kerja terus terusan gak bisa berhenti sampai capek sendiri. Ibaratnya kayak anak kecil main ketapel, momentum itu pas dia narik ketapelnya. Semakin kuat narik, lemparannya bakal lebih kuat dan jauh. Begitu juga niat kita waktu mau ngerjain sesuatu, kalau niatnya cuman setengah-setengah ya apa yang kita inginkan dari yang kita kerjakan gak bakal atau lama tercapainya.

Pertanyaan selanjutnya pastilah, gimana cari ndapetin momentum itu. Pertanyaan ini susah dijawab, hanya waktu yang bisa menjawabnya hehe…karena aku sendiri juga susah cari momentum. Biasanya sih, momentum ini sudah didapet ketika ada hal-hal lain yang masih kita pikirkan atau ada pekerjaan lain yang belum diselesaikan, dengan kata lain apa yang akan kita kerjaan itu bukan fokus atau prioritas utama saat ini. Saranku lebih baik selesaikan dulu apa-apa yang masih mengganjal, biar pekerjaan kita jadi prioritas utama. Ketika tidak ada lagi yang kita pikirkan, maka kita bisa lebih fokus ke kerjaan yang sekarang. Simpel memang tapi prakteknya agak susah. Kalau punya utang tapi belum bisa bayar, ya mau nggak mau tetep dipikirin ya :p

Sebelumnya aku cerita, ketika momentum dah dapet, bakalan susah untuk berhenti. Usahain jangan sampai seperti ini, beri porsi istirahat buat otak dan badan kita, jangan diforsir. Kerjaan mungkin akan lebih cepat selesai ketika kita terapin model kerja rodi, tapi efek ke tubuh kita bisa sangat berasa lho. Capek pasti dan inget masih ada hari esok di mana pekerjaan yang lain menunggu. Jangan sampai keasikan hari ini kerja tapi esoknya tepar karena kecapekan.

Akhir kata, lupain semua kerjaan dulu dan happy weekend ^^

Menangkal Virus ala Permainan Game

Bagaimana kabar awal tahun 2020 ? Seperti yang kita tahu, di awal 2020 ini ada kasus yang lagi marak-maraknya sampai mendunia, apalagi kalo bukan Virus Corona. Virus Corona atau dengan nama ilmiahnya Covid-19 (Coronavirus Disease) telah menyebar ke seluruh dunia layaknya wabah penyakit seperti di film-film itu. Virus yang menyerang sistem pernafasan ini sebenarnya hampir mirip seperti virus Influenza. Di sini aku tidak akan lebih detail mengenai Virus Corona itu sendiri, tapi aku mau berbagi sedikit tentang bagaimana menghadapi serang virus semacam ini, berdasarkan pengalaman hidup aku tentunya.

Sedikit banyak flashback ke masa lalu, di mana aku masih menempuh pendidikan SMA. Aku inget betul waktu itu pernah ngalamin pilek, tapi pileknya tuh nggak sembuh-sembuh. Pilek ini bertahan hampir selama 6 bulan lamanya, wow sekali ya 😮 ..Lalu semasa kuliah, pernah juga pilek lama namun kali ini agak berbeda dengan sebelumnya, aku minum obat influenza supaya cepat sembuh. Oh iya waktu SMA tadi, nggak pernah minum obat sama sekali karena kuanggap hal tersebut cuman masalah sepele. Pada jaman kuliah ini, obat yang diminum juga obat yang dijual bebas di toko, jadi bukan obat dari dokter langsung. Pengalaman menunjukkan, minum obat ini 3 kali sehari, pilek berangsur reda 3-5 hari.

Memasuki masa-masa kerja, secara tidak sengaja aku lihat ada teman yang lagi pilek, dan selalu membawa yang namanya Vitamin C, ntah itu 1000 mg atau 500 mg. Dari situ aku mulai melakukan penelitian dan analisis ilmiah terkait hubungan antara pilek, Vitamin C, dan obat pilek. Cara menelitinya, dengan membandingkan kondisi tubuh ketika melawan penyakit dengan permainan di komputer 😛

Pilek terjadi ketika daya tahan tubuh rendah. Kondisi ini mutlak terjadi. Aku umpamain, di dalam tubuh kita itu ada semacam tentara perang, dalam hal ini antibodi, yang tugasnya menjaga tubuh dari serangan musuh, dalam hal ini bisa virus, bakteri, racun, dan lain-lain. Ketika musuh menyerang, ada 2 pilihan yang bisa diambil:

  1. Strategi pertama, kita lengkapi tentara perang kita dengan berbagai macam persenjataan. Kalau main game nih, istilahnya kita upgrade tentara kita, bisa dari armor, senjata, max healthy, max power, dan sebagainya. Nah, upgrade di sini bisa dianalogikan kita minum multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita sehingga lebih powerful ketika menghadapi penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Aku sendiri biasanya minum vitamin C rendah asam sehari tiga kali ketika gejala-gejala pilek atau batuk sudah mulai terasa, biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Aku pilih yang jenisnya rendah asam karena aku punya riwayat sakit magh, jadi minum vitamin C yang notabene asam jadi lebih aman. Strategi ini mengandalkan tentara atau antibodi dalam tubuh kita sendiri untuk melawan penyakit, sehingga mereka akan semakin kuat dan terlatih ketika menghadapi penyakit lain yang akan datang, kalau dalam game istilahnya nambah EXP Kelemahan dari strategi ini adalah, untuk menambah EXP atau kekuatan antibodi tubuh, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan harus bersabar dan bersabarrr :mrgreen: …Namun ketika antibodi tubuh sudah kuat, dia akan kuat seterusnya untuk melawan penyakit. Pengalamanku ketika sakit pilek dan hanya minum vitamin C, pilek atau batuk sembuh 3-5 hari dan sembuh total sekitar seminggu.
  2. Strategi kedua, kita datangkan tentara dari negeri lain untuk membantu tentara perang kita menghadapi musuhnya. Mendapatkan tentara dari negeri lain ini bisa dianalogikan dengan meminum obat-obatan kimia ketika kita sakit. Kelebihan strategi ini adalah musuh atau penyakit dapat diusir lebih cepat dan bisa dikatakan instan, biasanya dalam waktu 1 – 2 hari langsung sembuh. Strategi ini tentunya punya kelemahan juga, yaitu tentara atau antibodi dalam tubuh kita sendiri tidak terlatih untuk melawan penyakit yang masuk dan terbiasa tergantung bantuan dari tentara lain atau obat-obatan yang diminum. Dalam jangka panjang tentu hal ini tidak baik, karena sistem kekebalan tubuh kita jadi tidak bagus. Apalagi tergantung dengan obat-obatan kimia juga tidak baik untuk organ tubuh seperti ginjal. Kita jadi lebih gampang terkena penyakit.

Itulah strategi yang bisa kita pilih ketika terkena penyakit bervirus seperti batuk atau pilek. Lalu, pilihan mana yang terbaik? Menurut pengalamanku, coba dulu strategi pertama yaitu minum vitamin atau bisa juga obat herbal atau jamu untuk meningkatkan kekebalan tubuh, lakukan ketika gejala-gejala seperti flu sudah terasa. Apabila dalam waktu 3 hari tidak mereda juga, baru minum obat-obatan kimia. Aku sendiri ketika minum obat, biasanya tidak sesuai petunjuk dalam arti apabila diminta minum sehari 3 kali, awal-awal hanya aku minum sehari sekali. Bila sakit tidak kunjung reda juga, baru minum obat sesuai petunjuk di bungkusnya.

Kok ribet banget ya, pas sakit flu gak langsung minum obat aja biar sembuh ? Ya itu semua pilihan kawan, apabila kondisi kalian memang mengharuskan cepat sembuh, maka segera minum obat menjadi pilihan utama. Namun bila kondisi masih memungkinkan, cobalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dulu dengan minum vitamin, jamu, atau lainnya sehingga memberi kesempatan ke tubuh kita untuk dapat bertahan sendiri menghadapi penyakit sehingga kedepannya tubuh kita bisa kebal penyakit itu. Apalagi pas musim virus Corona ini, menurutku meningkatkan daya tahan tubuh menjadi pilihan utama. Jangan lupa jaga pola makan, istirahat yang cukup, olahraga kalau sempat 😆 . Selamat mencoba meningkatkan kemampuan tentara-tentara di dalam tubuh kalian yaa….

Penugasan terakhir di Sulawesi Selatan

6 tahun sudah aku bertugas di Provinsi Sulawesi Selatan, yang pada akhirnya semua akan (p)indah pada waktunya. Tepat pertengahan Desember 2018, muncul SK mutasi yang mengakhiri perjalanan wisata  audit di provinsi tempat kelahiran Sultan Hasanuddin ini. Banyak banget cerita di 6 tahun ini, dari ujung utara Sulsel sampai ujung selatan, dari kabupaten ke kabupaten lain dengan ragam budayanya. Kalau mau ditulis, bakalan banyak banget deh, hehe…nanti aja kalau udah ada waktu luang ya.

Ngomongin dari ujung samai ujung, ujung utara Sulsel itu adalah Kabupaten Toraja Utara, ujung selatannya Kabupaten Kepulauan Selayar. Gimana dengan barat dan timur ? Kalau barat sih, tidak ada ujungnya karena bentuk Sulsel di bagian barat itu lurus. Nah kalau ujung timur, ada kabupaten namanya Luwu Timur. Sempat kepikiran, bertugas di ujung utara sudah, selatan sudah, bisa gak ya dapet penugasan di ujung timur ? Dan pertanyaan itu terjawab sudah.

Continue reading

Pengalaman adalah Guru Terbaik

Semasa SD, pasti pernah punya buku merek SIDU yang dibawahnya ada moto atau kata mutiara. Salah satu kata mutiara itu adalah “Experience is the best teacher”.

Dan memang benar, pengalaman adalah guru yang terbaik. Sesering apapun kita baca teori, kalau tidak pernah praktek, ya cuman tau teori doang  😛

Pengalaman memberikan kita pelajaran akan kegagalan demi kegagalan dalam usaha mencapai kesuksesan. Pengalaman mengajarkan bagaimana kondisi riil di lapangan.

So, cari pengalaman sebanyak-banyaknya, jangan pernah menyerah. Jangan takut gagal, dan jangan pernah puas atas keberhasilan yang kamu raih  :mrgreen:

Seputar Reksadana

Nah, coba-coba mengulas seputar reksadana nih. Cekidot…..

Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Continue reading

Galau mau nulis apa

Tepat setahun lebih sejak tulisan terakhir tentang Skytrain, sampai sekarang masih bingung mau nulis apa 😀 Sebenarnya kalau ide sih banyak, hanya belum ada semangat buat nuanginnya di blog ini. Semoga secepatnya dapet update blog lagi deh…lanjut kerja dulu.

Oh iya, buka dashboard WP banyak yang berubah ya, terutama bagian editor.

Ngrasain naik Skytrain dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Skytrain Soetta

Skytrain Soetta

Minggu, 14 Januari 2018

Ini cerita lumayan latepost tapi gak papa deh, belum sampai 1 minggu juga ? Jadi ceritanya aku ada rapat 5 hari di Jakarta dari tanggal 15 sampai 19 Januari. Rapat atau istilah kerennya konsinyering ini udah sering aku ikut, sebenernya udah bosen juga bolak balik Jakarta ?? tapi ya sudah karena pak bos yang minta jadi tetep harus dilaksanakan sepenuh hati ? Perjalanan kali ini tetep ya ditemenin istri terendutcinta. Tiba-tiba aja ada rencana untuk nyobain kereta baru dari bandara yang lebih dikenal dengan nama Skytrain. Gugling sana-sini dapet informasi kalau mau naik ini kereta harus turun di Terminal 3, lalu naik Skytrain, baru naik kereta bandara. Harga tiketnya sendiri Rp70.000,00 per orang. Berhubung tidak dikejar-kejar waktu, ya udah diniatin buat nyoba ni kereta baru. Beli tiket garuda minggu siang, trus terbang dehh ???

Oh iya sebelum terbang, bagi pembaca yang posisinya di Makassar, tarif tol sekarang udah naik lho. Di gerbang tol Kaluku Bodoa naik dari 8000 jadi 9000 rupiah, lalu di gerbang tol Tamalanrea naik dari 2500 jadi 3500 rupiah. Naik dikit sih, gak terlalu material ? apalagi kalau pembayaran tol udah pake eToll Card ya gak bakal kerasa. Di tol makasssar sendiri masih ada beberapa gate yang terima uang tunai, tapi cari aman beli aja eToll Card sekarang udah banyak dijual di Indomaret sama Alfamart juga.

Continue reading

Web Developing vs Content Writing

Agak aneh mungkin ya judulnya, intinya begini. Web developing adalah proses pembuatan web yang lebih ke hal-hal berbau teknis. Sebagai contoh mulai dari kita membeli domain dan hosting atau cari gratisan seperti di Blogger, menentukan apakah akan membuat web secara manual koding, pake Framework, atau paling gampang pake CMS. CMS nya sendiri ada macem-macem, ada WordPress, Joomla, Drupal, dan sejenisnya. Setelah itu, kita tentuin tema dan plugin sesuai kebutuhan. Kalau Content Writing adalah proses penulisan artikel-artikel atau konten dari website yang udah kita buat. Bisa berupa berita, pengalaman sehari-hari, review, cerita waktu traveling, dan lain-lain. Lalu apa nih kok tiba-tiba ngomongin Web Developing dan Content Writing, mana diadu lagi. Oke begini sejarahnya..

Sebagai seorang mantan mahasiswa jurusan komputer, aku mulai kenal seluk beluk pembuatan website saat semester 3. Waktu itu salah satu instansi di dalam kampus menawarkan doman dan hosting gratis buat mahasiswa. Ya udah aku gak sia-siain kesempatan ini, langsung deh buat website dan hasilnya bisa dilihat di http://rahmat-set.web.ugm.ac.id ??.  Yah namanya pemula jadinya kayak gitu tuh haha. Seiring berjalannya waktu, aku jadi tahu bahwa aku ini lebih suka membuat website alias Web Developing daripada mengisi webku dengan artikel-artikel atau Content Writing. Beberapa kali aku mengoprek (baca:mengubah,menyesuaikan sesuai keinginan) daleman website seperti bermain di tema, plugin, dan CMS tapi jarang sekali aku menulis di sana, jadinya kosong dan gak menarik. Ibarat Masjid yang dibangun sebagus apapun tapi kalau tidak ada jamaahnya terkesan kosong, hampa, dan tidak bermakna ☹☹☹ Continue reading