Kewajiban, Beban, Keadilan

By | 11 Desember 2017

Masih teringat pelajaran waktu di tingkat sekolah dasar ( atau menengah pertama? antara itulah)..yap, Hak dan Kewajiban. Guru kita berkata, tunaikan kewajiban dulu baru kamu bisa minta hak mu. Jadi kalau ibu nyuapin anaknya, itu hak apa kewajiban hayooo..(haakkemmm πŸ˜‚πŸ˜‚)

Kewajiban memang identik sama tanggungjawab di manapun dan aktifitas apapun yang kita lakuin. Ambil aja contoh kecil waktu kerja di kantor. Ngomongin kantor pasti identik dengan kerjaan numpuk gak selese2 kan ya πŸ˜… tapi klo dikerjain ya pasti selesai juga..apa iyaaa..???

Pekerjaan, tergantung kita anggep itu amanah atau beban, ujung2nya harus kita pertanggungjawabkan

Kayaknya kelamaan kerja di badan keuangan satu ini, bikin dikit2 nulis pertanggungjawaban, ya maap keseringan ngarang temuan waktu ngaudit πŸ˜‹

Bukan, bukan bermaksud mengeluh pada pekerjaan yang sedang ada. Kalau kita lihat judul tulisan ini, ada satu kata yang belum pernah muncul. Yap, keadilan.

Keadilan atas pekerjaan yang kita pegang, menjalankan dengan tulus ikhlas amanah itu, atau malah kita merasa itu hanya menjadi beban hidup yang mau gak mau harus diselesein, well…beda tipis gan 😞

Ikhlas atau jadi beban, itu beda tipis

Apalagi kalau kita kerja dalam satu tim, kerasa banget lah. Kerja tim, di mana masing-masing individu dalam kelompok itu saling bekerjasama untuk menyelesaikan sebuah misi rahasia yang diberikan oleh Neptunus si raja laut 🏊🏊

Neptunus (baca:ketua tim) udah bagi-bagi tugas ke ABK nya. Masing-masing punya perannya sendiri. Amanah yang harus dijalankan sampai misi selesai. Jadi saling kerja sendiri? nggak juga sih, tiap ABK saling membantu satu sama lain, tambal sulam kelemahan dengan kelebihan dari ABK lainnya. Indahnya rasa kebersamaan itu 😍😍 hingga muncul lah yang namanya beban hidup.

Beban muncul ketika ada ABK yang lupa apa perannya di dalam tim

Pernah mainan tarik tambang? Pasti pernah ya, minimal nonton πŸƒπŸƒanggap aja di sudut merah ada 4 orang yang pegang tali, begitu juga di sudut biru. Tenggg…tarik mangg sampai keringetan dah pokoknya. Nah tetiba satu orang dari sudut biru ngeliat ada lomba futsal tuh di kampung sebelah. Berhubung hobi, pluss hadiahnya lebih gede dari tarik tambang juga, gratis main game online sebulan full cuiii…..ya udah lari lah tuh anggota the Blues ke lomba futsal. Dan bisa ditebak, ngos-ngosan lah the Blues ngadepin the Reds yang masih kompak berlima. Eladhalahhh kok ya namanya apes, 1 orang anggota the Blues tiba2 mules langsung ngacir ke WC dan 1 orang tiba2 dipanggil mamaknya buat mbantuin dagang di pasar. Empat dikurangi 3, sisa satu kaliiiii..untung 1 orang ini keturunannya Superman. Tapi seperti apa Maroon 5 bilang,

Even heros have the right to bleed, and it’s not easy to be me

Gak adil rasanya kalau 1 orang ini harus menanggung beban ke tiga temennya yang udah punya urusan masing-masing. Beban lah yang ia dapat. Si superman pengen banget the Blues bisa menang, mencoba dengan ikhlas dengan keadaan yang ada.

Ada seorang tetua (gak tua banget sih, anggap aja mbah2 gitu) pernah berkata “orang itu sebenernya mampu, tapi dia sengaja gak nunjukin kemampuan karena keadaan memaksanya”. Yah, keadaan yang menurut dia itu sesuatu yang gak adil, menjadi beban buat dia. Dia biarkan masalah berlalu, toh kalo gagal juga gagal bersama.

Sukses atau gagal menjalankan misi. Nggak semua misi jalan dalam kondisi mulus. Tetiba ingat perkataan teman yang lagi bahagia di alam sana,

jadi orang harus punya prinsip bro, punya pendirian, jangan mau kalah dengan keadaan, maka kamu akan memetik buahnya kemudian

Prinsip hidup, yah itu lah kunci semuanya untuk melawan keadaan saat ini. Percayalah, tuhan maha adil kepada hamba-Nya. Hadapi semua dengan senyuman, kayak lagunya Overtunes sama GAC tuh,

dari sebuah senyuman, dapat bawakan harapan semua impian

dalam derap langkah, kau bawa senyuman harapan impian dalam kehidupan

Komentarmu

Jadi komentator pertama !

Ingatkan dari
avatar