Menjadi Seorang IT Auditor

Artikel ini bersumber dari web utama saya di http://setyaji.com. Berhubung ada rencana redesign website, ya udah saya bawa ke mari aja ya..selamat membaca

Sebenernya saya penasaran, bagaimana jika auditor dihubungkan dengan IT, mungkin ini bisa menjadi sedikit jawaban, menjadi auditor IT, hehehe langsung ijin copas aja dari http://dim24.wordpress.com/2012/06/28/jika-menjadi-seorang-it-auditor/

Pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan gambaran pekerjaan jika menjadi auditor IT, apa saja hal yang akan dilakukan dan yang tidak harus dilakukan oleh seorang auditor. serta akan disampaikan resiko-resiko yang akan dihadapi oleh seorang auditor.
Pertama akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu audit IT. Audit IT merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan. sehingga menjadi Seorang auditor IT itu tidaklah mudah karena harus bertanggung jawab terhadap  gagalnya pengembangan sistem informasi yang menyebabkan kerugian serta menuntut kedisiplinan kerja secara profesional.
Agar dapat memahami proses audit teknologi informasi, setidaknya harus memahami jenis/bagian secara umum dari teknologi informasi itu sendiri yang terdiri atas:

Systems and Applications
Pada bagian ini mewakili bagaimana sebuah data diproses melalui aplikasi perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu sistem yang biasanya terdiri atas tingkatan hierarkis yang mengikuti aturan bisnis yang berlaku di organisasi yang menggunakannya. Sehingga proses auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap sistem dan aplikasinya apakah handal, efisien serta memiliki kontrol yang melekat untuk memastikan kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman, pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap tingkatan kegiatan sistem.
Information Processing Facilities
Merupakan komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb. Di komponen teknologi informasi ini dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah fasilitas pemrosesan terkendalikan untuk memastikan kecepatan, ketepatan dan tingkat efisiensi dari aplikasi-aplikasi berada dalam kondisi normal serta di bawah kemungkinan adanya potensi kerusakan/gangguan.

Kualitas Pribadi seorang Auditor Internal

Artikel ini bersumber dari web utama saya di http://setyaji.com. Berhubung ada rencana redesign website, ya udah saya bawa ke mari aja ya..selamat membaca

Auditor internal yang kompeten paling tidak harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Sifat Ingin Mengetahui

Tertarik pada semua jenis operasi secara utuh. Menanyakan pertanyaan seperti: “Apa yang sebenarnya divisi itu sedang lakukan? Kegiatan tersebut bertujuan apa ? Bagaimana kaitan kerja divisi tersebut dengan kerja unit-unit lain ? Apakah ada cara yang lebih baik dan lebih cepat ?

Auditor harus peka terhadap persoalan yang sedang terjadi dalam organisasi di semua tingkatan. Auditor harus berusaha agar seluruh pihak mau terbuka tentang segala hal yang terkait dengan ruang lingkup auditnya.

Ketekunan dan Keteguhan Hati

Melakukan investigasi sampai tuntas, hingga seluruh kedalaman situasi dan permasalahan secara penuh dimengerti. Auditor harus mencoba terus, jika perlu, auditor dapat memodifikasi program dan langkah-langkahnya untuk mencapai tujuannya. Auditor harus melakukan pengujian, pemeriksaan, analisa dan lainnya, sampai auditor memiliki keyakinan yang memadai atas keterangan yang diperolehnya.

Continue reading

Opo tumon ???

Finger, tindis (baca:pencet) logo warna hijau, bales pesen chat temen. Suddenlyyy (bacanya pake nada Yesterday-nya The Beatles) terketiklah itu kata-kata aneh bin ajaib

Opo tumon

Serius, entah dari mana itu kata bisa melintasi pikiranku. Kata-kata yang bahkan udah berpuluh-puluh tahun yang lalu terakhir aku ucapkan, eh bukan, terakhir aku pikirkan karena aku gak inget pernah ngomong kayak gitu, nulispun juga nggak pernah. Opo tumon, begini nih sejarahnya.opo tumon

Dulu pas jaman SD aku beberapa kali main ke rumah nenekku di kota yang selalu dapet nilai 7 waktu ujian, yap betul sekali itu adalah Salatiga ?. Kalau di bilang kota, waktu dulu sih aku selalu nyebutnya desa karena masih banyak hutan-hutan dan sepi penduduk. Memang sih rumah nenek ini bukan persis di kotanya, tapi lebih ke kecamatan yang agak jauh dari kota. Nanti kapan-kapan aku cerita pengalaman di rumah nenek ya, sekarang kembali fokus ke Opo Tumon

Continue reading

Telolet lagi

Pulang kerja, ambil motor di parkiran. Parkiran motor di tempat kerjaku ini deket banget sama jalan raya. Pas lagi mau pakai helm, eh ada truk lewat. Karena macet, dibunyiin dong klaksonnya. Tebak suara apa, teloleeettt…. Eh tunggu dulu, tapi telolet yang ini lebih update lho, telolet paka nada nyanyian Baby Shark. Jadi bunyinya “teeloooletloletloletlolet teloletloletloletlolet teloleeettttt”. Pasti tu yang punya truk sering nemenin anaknya nonton acara anak-anak..hahahaha….

Tap Tap Kerjaan Numpuk

Minggu ini kerjaan full tiada henti. Efek akhir tahun mungkin ya, jadi semuanya harus selesai sesuai deadline. Dari hari senin sampai hari ini yang tercatat Kamis, 14 Desember 2017, masih aja ada kerjaan yang belum kelar. Sampai beberapa kali harus inget kerjaan mana yang belum diselesein. Biasanya juga sampe bingung apa yang mesti dikerjain  :mrgreen:

Roda pekerjaan pasti berputar

Kewajiban, Beban, Keadilan

Masih teringat pelajaran waktu di tingkat sekolah dasar ( atau menengah pertama? antara itulah)..yap, Hak dan Kewajiban. Guru kita berkata, tunaikan kewajiban dulu baru kamu bisa minta hak mu. Jadi kalau ibu nyuapin anaknya, itu hak apa kewajiban hayooo..(haakkemmm ??)

Kewajiban memang identik sama tanggungjawab di manapun dan aktifitas apapun yang kita lakuin. Ambil aja contoh kecil waktu kerja di kantor. Ngomongin kantor pasti identik dengan kerjaan numpuk gak selese2 kan ya ? tapi klo dikerjain ya pasti selesai juga..apa iyaaa..???

Pekerjaan, tergantung kita anggep itu amanah atau beban, ujung2nya harus kita pertanggungjawabkan

Kayaknya kelamaan kerja di badan keuangan satu ini, bikin dikit2 nulis pertanggungjawaban, ya maap keseringan ngarang temuan waktu ngaudit ?

Bukan, bukan bermaksud mengeluh pada pekerjaan yang sedang ada. Kalau kita lihat judul tulisan ini, ada satu kata yang belum pernah muncul. Yap, keadilan.

Continue reading

Hujan

Hujan adalah anugerah, berkah dari tuhan yang sepatutnya kita syukuri..kapanpun datangnya, timing tepat atau tidak tepat..

Seperti malam ini, berangkat ke masjid sudah gerimis. Pas masuk rakaat pertama langsung bress dueress sekali hujan sampai shalat Isya selesai. Baru bisa pulang setengah jam setelahnya, dan untung bawa mantel hujan di motor ??

Karena hujan adalah anugerah yang patut disyukuri kapanpun datangnya