
Agak aneh mungkin ya judulnya, intinya begini. Web developing adalah proses pembuatan web yang lebih ke hal-hal berbau teknis. Sebagai contoh mulai dari kita membeli domain dan hosting atau cari gratisan seperti di Blogger, menentukan apakah akan membuat web secara manual koding, pake Framework, atau paling gampang pake CMS. CMS nya sendiri ada macem-macem, ada WordPress, Joomla, Drupal, dan sejenisnya. Setelah itu, kita tentuin tema dan plugin sesuai kebutuhan. Kalau Content Writing adalah proses penulisan artikel-artikel atau konten dari website yang udah kita buat. Bisa berupa berita, pengalaman sehari-hari, review, cerita waktu traveling, dan lain-lain. Lalu apa nih kok tiba-tiba ngomongin Web Developing dan Content Writing, mana diadu lagi. Oke begini sejarahnya..
Sebagai seorang mantan mahasiswa jurusan komputer, aku mulai kenal seluk beluk pembuatan website saat semester 3. Waktu itu salah satu instansi di dalam kampus menawarkan doman dan hosting gratis buat mahasiswa. Ya udah aku gak sia-siain kesempatan ini, langsung deh buat website dan hasilnya bisa dilihat di http://rahmat-set.web.ugm.ac.id ??. Yah namanya pemula jadinya kayak gitu tuh haha. Seiring berjalannya waktu, aku jadi tahu bahwa aku ini lebih suka membuat website alias Web Developing daripada mengisi webku dengan artikel-artikel atau Content Writing. Beberapa kali aku mengoprek (baca:mengubah,menyesuaikan sesuai keinginan) daleman website seperti bermain di tema, plugin, dan CMS tapi jarang sekali aku menulis di sana, jadinya kosong dan gak menarik. Ibarat Masjid yang dibangun sebagus apapun tapi kalau tidak ada jamaahnya terkesan kosong, hampa, dan tidak bermakna ☹☹☹ Continue reading →